Home
Materi
Tampilkan postingan dengan label Materi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Materi. Tampilkan semua postingan
Jumat, 29 Maret 2019
Selasa, 19 Maret 2019
CARA MEMBUAT KABEL STRAIGHT DAN CROSS
CARA
MEMBUAT KABEL STRAIGHT DAN CROSS
Untuk menghubungkan sebuah jaringan
komputer pasti membutuhkan kabel. Terdapat 2 jenis kabel yang sering digunakan
yakni kabel straight dan cross. Perbedaan dari kedua kabel ini hanya berada
pada susunan warnya. Nah untuk cara membuatknya silahkan simak gambar dan video dibawah ini.
Peralataan yang diperlukan :
1. Kabel UTP
Peralataan yang diperlukan :
1. Kabel UTP
2. Tang Crimping
3. Konektor RJ 45
4. Lan Tester
Cara membuat kabel straight ;
Kabel straight merupakan kabel yang
memiliki cara pemasangan yang sama antara ujung satu dengan ujung yang lainnya.
Adapun kegunaan kabel staright :
- menghubungkan antara komputer dengan switch
- menghubungkan komputer dengan LAN pada modem cable/DSL
- menghubungkan router dengan LAN pada modem cable/DSL
- menghubungkan switch ke router
- menghubungkan hub ke router
Langkah membuat kabel straght:
Urutan
warna pada kabel Straight
|
1. Kupas bagian ujung kabel UTP,
kira-kira 2 cm.
2. Buka pilinan kabel, kemudian
luruskan dan urutkan warna sesuai standart.
3. Setelah urutan sesuai standar,
potong dan ratakan ujung kabel dengan tang crimping
4. Masukkan kabel yang sudah lurus
dan sejajar ke dalam konektor RJ-45, dan pastikan semua posisinya sudah benar.
5. Lakukan krimping dan tekan hingga
semua pin ( kuningan) pada konektor RJ-45 sudah mengigit pada tiap kabel.
Cara membuat kabel cross :
Kabel cross merupakan kabel yang
memiliki sususan berbeda antara ujung satu dengan ujung yang lainnya. Kabel
cross digunakan untuk menghubungkan 2 device yang sama. Adapau penggunaan kabel
cross :
- menghubungkan 2 buah komputer secara langsung
- menghubungkan 2 buat switch
- menghubungkan 2 buah hub
- menghubungkan switch dengan hub
- menghubungkan komputer dengan router
Langkah membuat kabel cross :
Urutan
warna pada kabel Cross.
|
Untuk membuat kabel Cross memiliki
langkah yang hampir sama dengan kabel Straight, Perbedaannya hanya terletak
pada urutan dari kedua ujung kabel. Berbeda dengan kabel straight yang
memiliki urutan warna yang sama di kedua ujungnya, kabel cross memiliki urutan
warna yang berbeda pada kedua ujung.
Langkah terkahir dari membuat kabel
straight dan cross yakni mengecek kabel dengan LAN Tester. Caranya
masukan ujung kabel ( konektor RJ-45) ke masing-masing port yang tersedia pada
LAN Tester. Pastikan semua lampu LED menyala sesuai urutan kabel yang dibuat.
Untuk mebuat kabel secara straight dan cross lebih jelas bisa dilihat dalam video dibawah
ini
Untuk mebuat kabel secara straight dan cross lebih jelas bisa dilihat dalam video dibawah
ini
Senin, 18 Maret 2019
TOPOLOGI JARINGAN
Topologi
adalah istilah yang digunakan utk menggambarkan bagaimana cara komputer
terhubung dalam suatu jaringan. Topologi fisik menguraikan layout aktual
dari perangkat keras (hardware) jaringan, sedangkan topologi logika
menguraikan perilaku komputer pada jaringan dari sudut pandang operator
manusianya (brainware). Pada pokok bahasan kali ini kita akan mengupas
mengenai Topologi Jaringan secara Fisik.
TOPOLOGI
BUS
Topologi
bus menghubungkan komputer satu dengan lainnya secara berrantai dengan
perantara suatu kabel yang umumnya berupa kabel tunggal jenis koaksial ( coaxial
). Semua Node dihubungkan secara seri menggunakan kabel tersebut. Topologi bus
umumnya tidak menggunakan suatu peralatan aktif untuk menghubungkan komputer.
Oleh karena itu, pada ujung-ujung kabel koaksial harus ditutup dengan tahanan
untuk menghindari pantulan yang dapat menimbulkan gangguan yang menyebabkan
kemacetan jaringan.
Keuntungan
menggunakan topologi bus, yaitu:
- Hemat kabel dan harganya lebih murah, karena harga kabel yang digunakan lebih murah dan pada jaringan ini tidak dibutuhkan hub.
- Layout kabel sederhana
- Jika salah satu komputer mati maka tidak akan menganggu komputer yang lain.
- Mudah dikembangkan.
Kelemahan
menggunakan topologi bus yaitu:
- Deteksi dan isolasi kesalahan sangat kecil
- Lalu lintas data yang padat sehingga sering terjadi tabrakan file data yang dikirim.
- Apabila salah satu client rusak atau kabel putus maka jaringan tidak berfungsi.
TOPOLOGI
RING
Jaringan
dengan Topologi ring mirip dengan topolog bus, tetapi setiap ujungnya saling
berhubungan membentuk suatu lingkaran.
Topologi Ring menghubungkan node-node pada jaringan dengan bentuk lingkaran dengan cara setiap node di hubungkan dengan node berikutnya.
Node terakhir dihubungkan dengan node pertama. Setiap Node memeriksa data yang akan dikirimkan melalui jaringan. Jika data (yang disebut dengan token) tidak di alamatkan pada node yang dikunjungi maka data berpindah ke node berikutnya.
Topologi Ring menghubungkan node-node pada jaringan dengan bentuk lingkaran dengan cara setiap node di hubungkan dengan node berikutnya.
Node terakhir dihubungkan dengan node pertama. Setiap Node memeriksa data yang akan dikirimkan melalui jaringan. Jika data (yang disebut dengan token) tidak di alamatkan pada node yang dikunjungi maka data berpindah ke node berikutnya.
Keuntungan
menggunakan topologi ring, yaitu:
- Hemat kabel, untuk membangun jaringan dengan topologi ini lebih murah jika di bandingkan dengan topologi star.
- Dapat menghindari tabrakan file data yang dikirim karena data mengalir dalam satu arah sehingga untuk data yang dikirimkan selanjutnya akan dikerjakan setelah pengiriman pertama selesai.
- Mudah untuk membangunnya.
- Semua komputer pada jaringan mempunyai status yang sama.
Kelemahan
menggunakan topologi ring yaitu:
- Peka terhadap kesalahan.
- Pengembangan jaringan lebih kaku, apabila kabel terputus maka semua komputer tidak dapat digunakan
TOPOLOGI
STAR
Topologi
star merupakan topologi jaringan yang paling sering digunakan. Pada topologi
star, kendali terpusat dan semua link harus melewati pusat yang menyalurkan
data tersebut ke semua simpul atau komputer yang dipilihnya. Simpul pusat
disebut dengan stasiun primer atau server dan bagian lainnya disebut dengan
stasiun skunder atau client. Pada Topologi star, koneksi yang terganggu antara
suatu node dan hub tidak mempengaruhi jaringan. Jika hub terganggu ( rusak )
maka semua node yang di hubungkan ke hub tersebut tidak dapat saling berkomunikasi.
Node adalah Titik suatu koneksi atau sambungan dalam jaringan, sedangkan hub
berfungsi untuk menerima sinyal-sinyal dan meneruskan kesemua komputer yang
terhubung dengan hub.
Keuntungan
menggunakan topologi star yaitu:
- Fleksibelitas tinggi.
- Penambahan atau perubahan komputer sangat mudah dan tidak menganggu bagian jaringan lain, yaitu dengan cara menarik kabel menuju hub.
- Kontrol terpusat sehingga mudah dalam pengelolaan jaringan.
- Kemudahan deteksi dan isolasi kesalahan atau kerusakan, jika terdapat salah satu kabel yang menuju node terputus maka tidak akan mempengaruhi jaringan secara keseluruhan. Hanya kabel yang putus yang tidak dapat digunakan.
- Jumlah pengguna komputer lebih banyak daripada topologi Bus
Kelemahan
menggunakan topologi star yaitu:
- Boros kabel
- Perlu penanganan khusus
- Jika Hub Rusak maka jaringan yang berada dalam satu hub akan rusak.
TOPOLOGI
TREE
Topologi
Tree merupakan kombinasi karakteristik antara topologi star dan topologi bus.
Topologi terdiri atas kumpulan topologi star yang dihubungkan dalam satu
topologi bus sebagai backbone. Komputer-komputer dihubungkan ke hub, sedangkan
hub lain di hubungkan sebagai jalur tulang punggung (backbone) yang mempunyai
topologi bus.
Keuntungan
menggunakan topologi Tree, yaitu:
- Kontrol manajemen lebih mudah karena bersifat terpusat dan terbagi dalam tingkatan jenjang.
- Mudah di kembangkan
- Didukung oleh hardware dan software dari beberapa perusahaan
Kelemahan
menggunakan Topologi Tree yaitu:
- Jika salah satu node rusak, maka node yang berada di jenjang bagian bawahnya akan rusak.
- Dapat terjadi tabrakan file data (collision).
- Lebih sulit untuk mengkonfigurasi dan memasang kabel daripada topologi lain
TOPOLOGI
MESH
Jaringan
dengan Topologi masih mempunyai jalur ganda dari setiap perangkat pada jaringan
seperti pada gambar di atas. Semakin banyak Jumlah komputer pada jaringan, semakin
sulit cara pemasangan kabel-kabel pada jaringan tersebut karena jumlah
kabel-kabel yang harus di pasang menjadi berlipat ganda. Oleh karena itu, pada
jaringan mesh yang murni, setiap perangkat jaringan dihubungkan satu sama lain
menggunakan jalur ganda untuk hub-hub utama sebagai jalur cadangan jika terjadi
masalah di jalur utama.
KEUNTUNGAN dari Topologi ini adalah : Mampu menampung banyak pengguna yang aktif sedangkan
KELEMAHAN dari Topologi ini adalah: Membutuhkan banyak kabel, sehingga mudah mengalami gangguan jaringan.
KEUNTUNGAN dari Topologi ini adalah : Mampu menampung banyak pengguna yang aktif sedangkan
KELEMAHAN dari Topologi ini adalah: Membutuhkan banyak kabel, sehingga mudah mengalami gangguan jaringan.
QUIZ
I. Pilihlah jawaban yang
paling benar!
1. Jika salah satu komputer
mati, maka semua komputer dalam jaringan mati. Ini merupakan kelemahan
topologi:
a. Star
b. Mess
c. Bus
d. Ring
e. SMBR
2. Istilah untuk kabel yang
menjadi medium koneksi pusat dalam topologi, disebut...
a. backbone cable
b. mainstream cable
d. back cable
e. core cable.
3. Topologi yang berbentuk
lingkaran disebut dengan topologi....
a. Round Topology
b. Ball Topology
c. Eclipse Topology
d. Ring Topology
e. Oval Topology.
4. Topologi bus diterapkan
pada sistem client atau ....
a. Server
b. Internet
c. Ethernet
d. Workstation
e. Backbone
5. Salah satu kekurangan
topologi star adalah:
a. Hemat dalam penggunaan
kabel.
b. Boros dalam penggunaan
kabel.
c. Tingginya kepadatan lalu
lintas jaringan
d. Kurang terjaminnya keamanan
data
e. Jika satu komputer mati,
maka komputer yang lain juga akan mati.
II. ESSAY
1. Apakah yang dimaksud dengan
topologi?
2. Jelaskan topologi bus!
3. Sebutkan kelebihan topologi
bus!
4. Sebutkan kekurangan
topologi bus!
5. Jelaskan tentang topologi
star!


















